Jadual Pertandingan BEM Futsal Championship

Badan Eksekutif Mahasiswa STIKes Faletehan merupakan organisasi mahasiswa yang bergerak secara universal di lingkungan STIKes Faletehan guna memberikan kebermanfaatan melalui daya kritis, inovasi dan kreasinya untuk selalu berupaya memfasilitasi minat dan bakat seluruh mahasiswa. Motto “Solutif-Kontributif” yang selalu digaung-gaungkan oleh seluruh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa masa bakti 2013-2014 diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam upaya memfasilitasi minat dan bakat mahasiswa di lingkungan STIKes Faletehan. Oleh karena itu, lahirlah program BEM June’s Competition yang berisi beragam kegiatan perlombaan selama bulan Juni berlangsung dengan mengedepankan nilai-nilai kesenian, kesehatan dan olahraga.
Adapun tema BEM June’s Competition ialah “Show Your Creativity” yang memiliki harapan agar seluruh mahasiswa STIKes Faletehan mampu mengeksplor seluruh daya kreasi dan inovasinya tanpa batas. BEM June’s Competition terdiri dari beberapa perlombaaan, diantaranya : BEM Futsal Championship, BEM Healthy, dan BEM Comic.
(1) BEM Futsal Championship adalah pertandingan futsal antar mahasiswa STIKes Faletehan baik dari program studi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Kesehatan Masyarakat maupun S1 Keperawatan. (2) BEM Healthy merupakan perlombaan yang menitikberatkan pada nilai kesehatan terutama kesehatan gigi. Mahasiswa akan memperlihatkan senyum indahnya yang disertai dengan kesehatan giginya.  (3) BEM Comic merupakan perlombaan komedi dimana mahasiswa akan mengapresiasikan imajinasi dan kreatifitasnya secara lisan dihadapan mahasiswa lain serta seluruh kompenen civitas akademika STIKes Faletehan.

Dilemanya Udaraku

Udara merupakan salah satu kebutuhan vital setiap manusia. Siapa yg mampu bertahan hidup tanpa udara?? Tidak ada.. Dan tahukah Anda bahwa udara kita kini tidak sebersih dahulu, tidak sesegar dahulu. Hal  ini terjadi seiring berkembangnya pembangunan dan teknologi seperti kian maraknya penggunaan kendaraan bermotor.

Berdasarkan sumbernya, pencemaran udara dapat dibagi 2, yakni sumber bergerak (kendaraan bermotor) dan sumber tidak bergerak (industri). Siapa yang menduga bahwa motor dan kendaraan yg kita miliki ternyata memiliki potensi sebesar 70-80% terhadap terjadinya pencemaran udara. Kendaraan bermotor keluaran terbaru pun tidak menutup dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara. 

Layaknya kendaraan bermotor, industri pun memiliki peranan dalam proses terjadinya pencemaran udara. Gas buang yg melebihi baku mutu menjadi alasan mengapa industri menjadi sumber pencemaran udara. Namun saat ini pemerintah yg berwenang sudah mencoba utk membuat aturan guna menciptakan ketaatan industri terhadap pengelolaan lingkungan termasuk pengendalian pencemaran udara.
Jika dahulu kita suka melihat cerobong mengeluarkan asap hitam, sekarang asap hitam di cerobong industri sudah jarang kita temui. Hal ini menunjukkan bahwa ketaatan sudah tercipta dan tentunya masyarakat adalah pihak pertama yg akan memprotes dan berdemo jika terjadi pencemaran udara yg dibuktikan dengan adanya asap hitam dan banyaknya debu di sekitar industri yg berdekatan dengan pemukiman.

Lalu dimana letak dilemanya?
Dilemanya adalah masyarakan akan menjadi org pertama yg akan memprotes dan berdemo jika adanya asap hitam dan banyaknya debu di sekitar industri yg berdekatan dengan pemukiman, namun bagaimana jika masyarakat melihat asap hitam yg dikeluarkan knalpot ? apakah masyarakan akan melakukan hal yg sama ? apakah masyarakat akan mendemo dan memprotes pemilik kendaraan yg mengeluarkan asap hitam ? apakah pemerintah memberikan tindakan atau intervensi kepada pemilik kendaraan yg mengeluarkan asap hitam ? Jawabannya TIDAK
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat kita masih belum peka akan pentingya udara, masih belum peka terhadap sumber pencemaran udara.

Referensi mengenai sumber pencemaran udara :
KLIK DISINI

Katanya Mahasiswa

Mahasiswa itu agent of change, punya peranan sebagai social control juga (katanya). 
Mahasiswa itu punya ideologi tersendiri (katanya). 
Almamater adalah seragam pembela kebenaran (katanya), dengan almamater semua menjadi legal (katanya). 
Mahasiswa juga selalu berjuang demi masyarakat atau kepentingan umum (katanya).

Tapii,
Hampir seluruh mahasiswa yang katanya agent of change lebih suka orasi dan demonstrasi tanpa tahu secara mendalam permasalahan yg dihadapi.
Hampir seluruh mahasiswa yang katanya agent of control lebih suka mengkritisi tanpa mampu memberikan solusi.
Ketika lulus dan mulai mencari pekerjaan, mantan mahasiswa yang katanya idealis ikut tes CPNS yang menggunakan jasa "salam tempel" dari orang tua atau kerabat.
Ketika demonstrasi dan orasi, mahasiswa yang katanya berjuang demi kepentingan umum, malah mengganggu kepentingan umum dengan membuat kemacetan dan merusak fasilitas umum.
Memecahkan kaca dan merusak gedung menjadi legal ketika mahasiswa sudah memakai seragam pembela kebenarannya.

Note :
Catatan ini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, hanya untuk bahan renungan kita bersama.